Menu

Pentingnya Sertifikasi ISO 22000 di Indonesia

January 3, 2018 | Sertifikasi ISO

Sertifikasi ISO 22000 – “Penyakit akibat makanan dewasa ini menjadi masalah yang perkembangannya cukup mengkhawatirkan. Kini banyak sekali bahan makanan maupun menu siap santap yang tidak memenuhi sertifikasi ISO 22000 yang merupakan standar Internasional perihal mutu pangan.” Makanan kadaluwarsa yang di-pack ulang, kandungan zat kimia berbahaya, hingga higienitas makanan menjadi kasus-kasus yang semakin sering ditemui beberapa waktu terakhir. Efek yang diakibatkan pun sangat serius, mulai dari keracunan dengan gejala : pusing, mual, dan demam, hingga dapat pula berakhir fatal dengan kematian. Lebih menyedihkan lagi ketika hal tersebut mayoritas menimpa anak-anak yang seharusnya dilindungi dan memiliki masa depan yang panjang.

Pentingnya Sertifikasi ISO 22000 Bagi Perusahaan Makanan

Sertifikasi ISO 22000 jakarta

Sertifikat manajemen pangan penting untuk dimiliki bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang produksi pangan, baik makanan maupun minuman. Dengan mendapatkan sertifikat ini, perusahaan menunjukkan komitmen untuk menghasilkan produk-produk yang aman dikonsumsi secara jangka pendek dan khususnya dalam jangka panjang. Hampir setiap perusahaan atau pabrik pangan skala besar maupun menengah telah menyadari arti serta nilai sertifikasi ISO 2200 untuk produk olahan pangan mereka, sehingga tidak segan-segan menggelontorkan dana dalam jumlah cukup besar untuk proses audit sertifikasi tersebut. Dengan mendapatkan sertifikat, berarti bahan baku, cara pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian produk tersebut lolos uji standard an aman untuk dikonsumsi yang mana mengurangi pula kekhawatiran konsumen.

Pencegahan Terhadap Produk Pangan Tanpa Sertifikasi

Sertifikasi ISO 22000

Tidak dapat dipungkiri bahwa sertifikasi memerlukan dana yang cukup besar, sehingga akan sulit dijangkau oleh produsen pangan rumahan. Bahkan untuk mengurus sertifikat halal dari MUI yang merupakan salah satu sertifikat wajib di Indonesia saja mereka kesulitan. Lalu, apa yang harus dilakukan terhadap produk makanan ataupun minuman tanpa adanya sertifikat keamanan pangan tersebut? Berikut ini adalah tips untuk menghindari makanan-makanan tanpa label standarisasi pangan lokal maupun Internasional :

  • Fisik produk pangan

Sebelum mengonsumsi atau membeli sesuatu, perhatikan dulu fisik dari makanan atau minuman yang dibeli. Pada dasarnya, makanan dengan kandungan zat berbahaya selalu akan meninggalkan jejak. Pengamatan termudah adalah dari warnanya. Hindari produk dengan warna yang terlalu mencolok, karena dikhawatirkan pewarna yang digunakan bukan pewarna makanan. Jika kurang yakin, coba pegang produk tersebut dengan tangan telanjang lalu basahi sedikit dengan air. Pewarna makanan tidak akan meninggalkan jejak, sedangkan pewarna non-pangan mungkin luntur dan membekas di tangan.

  • Rasa

Untuk makanan tanpa sertifikasi ISO 22000 dan tidak memiliki penampilan fisik aneh seperti warna yang sangat mencolok namun masih tidak meyakinkan, lebih baik dicicipi saja sedikit untuk memeriksa rasanya. Apabila ada rasa getir, maka sebaiknya disingkirkan saja karena dikhawatirkan menggunakan perasa berbahaya.

Related For Pentingnya Sertifikasi ISO 22000 di Indonesia